STP ( Spanning Tree Protocol )
STP
Untuk menghubungkan beberapa perangkat jaringan baik point to point maupun skala lebih luas , ada yang namanya Redudant Link , yaitu link cadangan / backup ketika link yang satu putus. Jadi demi keamanan dan kelancaran 2 device tersebut di hubungkan dengan 2 atau lebih link/kabel. Atau bahkan membuat 2 jalur untuk sampai ketujuan. Namun dengan adanya Redudant link tersebut maka Paket data yang dikirim hanya akan berputar-putar saja Bahasa kerennya itu “Looping”, karena device tidak tau harus dikirim kemana dan menggunakan link yang mana. Seperti berikut :
Untuk menghentikan looping tadi maka dibuatlah sebuah protocol yang bernama Spanning Tree Protocol. Cara kerja protocol ini adalah memblock salah satu port yang tidak digunakan, jadi hanya satu link saja yang digunakan. Namun ketika link utama mati maka port yg tadi diblok akan dibuka sehingga , Link cadangan akan aktif.
Nah bab ini saya akan menjelaskan tentang Spanning Tree Protocol di Switch Cisco . Sebenarnya untuk STP ( Spanning Tree Protocol ) sudah otomatis dijalankan ketika kita membuat redundant link. Jadi kita tidak perlu melakukan konfigurasi yang terlalu banyak. Untuk lebih lanjutnya silahkan baca di lab lab berikutnya.
secara default Switch di Cisco sudah menjalankan fitur STP ketika kita menggunakan Redudancy. Yang perlu diketahui tentang istilah istilah yang ada di STP ini adalah :
- BPDU ( Bridge Protocol Data Unit ) , berisi tentang Informasi Priority dan Mac-Address dari Switch itu sendiri.
- Root Bridge : Yaitu switch yang terbaik diantara switch yg lain. Root bridge dipilih berdasarkan Priority terendah (default = 32768) , jika priority nya sama makan akan dipilih berdasarkan MAC-Address Terendah. Semua portnya dalah Designated Port. Hanya ada 1 Root Bridge dalam 1 jaringan STP.
- Non-Root Bridge : Yaitu switch switch yang lain , selain Root Bridge.
Jenis Port yang ada di STP :
- Designated Port : Yaitu port yang terbaik , port yang memiliki Cost terbaik (priority terendah). Port ini digunakan untuk mem-forward paket data.
- Root Port : Yaitu port milik switch yang terhubung ke Root Bridge.
Blocking Port : Yaitu Port yang akan diblok , dipilih berdasarkan priority dan MAC-Address Terbesar dari Switch itu.
Sekarang kita cek menggunakan Device Switch di Cisco Packet Tracer. Masukkan 2 Switch kemudian buat topologi seperti dibawah ini menggunakan 2 Link.
Dari gambar diatas bisa kita lihat bahwa Switch Cisco akan secara otomatis menjalankan fitur STP ketika kita membuat Link Redudancy. Di Lab ini saya hanya akan memberitahukan cara mengecek nya saja. Untuk pengecekan lebih lanjut kalian dapat gunakan perintah berikut.
PENGECEKAN DI SWITCH - 1 :
Bisa kita lihat diatas , bahwa Interface fa0/2 di switch 1 lah yang mengalami Blocking. Dan Interface Fa0/1 lah yang menjadi Forward. Kemudian kita cek di Switch yang kedua.
Kita bisa lihat perbedaan di Antara keduanya , di switch 2 akan ada kalimat “This Bridge is Root” yang artinya bahwa Switch ini lah menjadi Root Bridge. Karena memiliki MAC-Address yang ter-rendah. Dan semua Port nya berstatus Forward. Untuk lebih jelas mengenai jenis Port di setiap Interface maka gambar nya akan ane jelasin seperti dibawah ini.
Untuk lebih dalam mempelajari STP ini , silahkan kalian Simak gambar berikut. Dan coba selidiki dan tentukan Jenis switch dan Port nya, sesuai dengan Priority dan Mac-Address dari Switch tersebut.
Kalo kalian udah mulai pusing dan bete , nyari jawabannya saya sebagai pengarang modul yang baik akan memberikan jawabannya secara free , hehehe. Kalian tinggal selidiki saja. Gambar dibawah sudah benar dalam penentuan Jenis Switch dan Port nya.
Sekarang kita cek menggunakan Device Switch di Cisco Packet Tracer. Masukkan 2 Switch kemudian buat topologi seperti dibawah ini menggunakan 2 Link.
Dari gambar diatas bisa kita lihat bahwa Switch Cisco akan secara otomatis menjalankan fitur STP ketika kita membuat Link Redudancy. Di Lab ini saya hanya akan memberitahukan cara mengecek nya saja. Untuk pengecekan lebih lanjut kalian dapat gunakan perintah berikut.
PENGECEKAN DI SWITCH - 1 :
Bisa kita lihat diatas , bahwa Interface fa0/2 di switch 1 lah yang mengalami Blocking. Dan Interface Fa0/1 lah yang menjadi Forward. Kemudian kita cek di Switch yang kedua.
Kita bisa lihat perbedaan di Antara keduanya , di switch 2 akan ada kalimat “This Bridge is Root” yang artinya bahwa Switch ini lah menjadi Root Bridge. Karena memiliki MAC-Address yang ter-rendah. Dan semua Port nya berstatus Forward. Untuk lebih jelas mengenai jenis Port di setiap Interface maka gambar nya akan ane jelasin seperti dibawah ini.
Untuk lebih dalam mempelajari STP ini , silahkan kalian Simak gambar berikut. Dan coba selidiki dan tentukan Jenis switch dan Port nya, sesuai dengan Priority dan Mac-Address dari Switch tersebut.
Kalo kalian udah mulai pusing dan bete , nyari jawabannya saya sebagai pengarang modul yang baik akan memberikan jawabannya secara free , hehehe. Kalian tinggal selidiki saja. Gambar dibawah sudah benar dalam penentuan Jenis Switch dan Port nya.
Simpulan
Dapat di simpulkan bahwa Setelah mempraktekan materi Mac Address Table static saya menjadi tahu bagaimana cara untuk mencegah pengulangan dan radiasi siaran yang di hasil kan dari yang lain.
Dengan adanya software simulasi Cisco Packet Tracer, dapat membantu dan memudahkan saya untuk mempraktekan materi-materi Switching termasuk materi yang telah saya pelajari yaitu Mac Address Table Dynamic.
Rerefensi
- Ebook MTCNA CISCO IDN
- https://id.wikipedia.org/wiki/Spanning_Tree_Protocol

Komentar
Posting Komentar